Tambah 3 Kasus, Pasien Positif Corona Batam Menjadi 15 Orang

Batamxinwen, Batam – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengumumkan tambahan tiga kasus baru pasien positif corona di Kota Batam, Selasa (14/4).

“Seiring dengan perkembangan penyebaran kasus covid-19 di Kota Batam, bersama ini kami sampaikan informasi hasil pemeriksaan sample swab yang diperoleh dari BTKL PP Batam,” ujar Rudi dalam keterang persnya.

Dia memastikan 3 warga Batam terjangkit virus covid-19, ketiga pasien baru itu terdiri atas 1 laki-laki dan 2 perempuan. Dengan demikian, kasus pasien positif corona di Kota Batam menjadi 15 orang secara kumulatif.

Riwayat perjalanan penyakit dari ketiga pasien baru tersebut sebagai berikut:

Pasien positif pertama terkonfirmasi adalah warga Kota Batam berjenis kelamin laki-laki dengan usia 42 tahun, ASN, beralamat di kawasan Batam Centre.

Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta dari 4 – 6 Maret 2020 bersama rekan sekantornya, dan yang bersangkutan juga merupakan rekan satu kantor dengan kasus 07 & 08.

Pada Kamis 09 Maret 2020, yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain melakukan RDT di salah satu puskesmas dengan kesimpulan hasil “Reaktif” dan diedukasi oleh tim medis puskesmas untuk melaksanakan karantina mandiri di kediamannya. Yang bersangkutan dalam kondisi sehat.

Kemudian pada 10 Maret 2020, guna memvalidasai hasil RDT sebelumnya tersebut, yang bersangkutan kembali dilakukan pemeriksaan sample swab, yang hasilnya baru diterima, Senin (13/4) malam lalu, dengan hasil terkonfirmasi “positif”, dan ditetapkan sebagai kasus nomor 13 Kota Batam

Berdasarkan hasil anamnesa yang dilakukan saat ini yang bersangkutan mengeluh tenggorokannya terasa sedikit gatal yang diikuti dengan batuk ringan, tetapi keadaan fisiknya sehat dan stabil.

Saat ini yang bersangkutan telah dilakukan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan RSBP Batam, guna penanganan medis lebih lanjut.

Pasien terkonfirmasi berikutnya adalah warga Kota Batam berjenis kelamin perempuan, dengan 39 tahun, berprofesi sebagai guru salah satu sekolah swasta di Kawasan Sukajadi Batam Centre, beralamat di kawasan Kecamatan Sei Beduk.

Berdasarkan anamnesa, yang bersangkutan mengaku pernah berobat di RSUD Embung Fatimah sekitar tiga minggu yang lalu, dan dilakukan tindakan diagnostik pemeriksaan laboratorium darah dan dahak oleh tim medis. Dokter pemeriksa memberikan penanganan pengobatan TB kepada yang bersangkutan secara rutin.

Perlu diketahui pada tanggal 16 Maret 2020 lalu yang bersangkutan pernah bersama dan kontak dekat dengan kasus positif “04” tersebut, yang merupakan rekan kerjanya sesama guru di sekolah yang sama.

Sesuai dengan hasil tracing yang diperoleh melalui kasus nomor 04, pada Rabu 08 April 2020 yang lalu, tim medis salah satu puskesmas melakukan RDT kepada yang bersangkutan dengan kesimpulan hasil “Reaktif” dan dilanjutkan dengan edukasi untuk yang bersangkutan mengarantina mandiri.

Kemudian pada 10 April 2020, Tim BTKLPP melakukan pengambilan sample swab yang infonya baru diterima pada Senin (13/4) malam, dengan hasil terkonfirmasi positif dan selanjutnya ditetapkan sebagai kasus nomor 14 Kota Batam.

Pasien 14 telah menjalani isolasi rawat inap di ruang isolasi/PIE RSBP Batam guna penanganan lebih lanjut dengan kondisi stabil, Selasa (14/4).

Pasien baru ketiga adalah perempuan berusia 33 tahun, ASN, beralamat di kawasan Batam Centre, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota.

Namun, yang bersangkutan juga merupakan rekan satu kantor dengan kasus No. 07, 08 & 13.

Pada Sabtu, 11 April 2020, yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain melakukan pemeriksaan sample swab di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam Centre.

Pada Selasa 14 April 2020, diterima informasi atas nama yang bersangkutan dengan hasil positif dan selanjutnya ditetapkan sebagai kasus nomor 15 Kota Batam.

Berdasarkan hasil anamnesa, saat ini pasien 15 merasa tidak ada gangguan kesehatan yang berarti, kecuali setelah mendapat informasi mengenai hasil swabnya tersebut, tenggorokannya terasa sedikit gatal, tetapi keadaan fisiknya terlihat sehat dan stabil.

Saat ini pasien 15 dalam proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut.

“Sesuai dengan gambaran dari kasus-kasus sebelumnya dan hasil tracing yang telah dilakukan oleh tim, dapat kami sampaikan bahwa saat ini Kota Batam semakin diyakini telah terjadi kasus transmisi lokal, dengan kasus terbanyak pada klaster kantor ASN tersebut di atas bertugas,” papar Rudi

Menurutnya, tim medis Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Batam masih melakukan kontak tracing terhadap orang yang ditenggarai pernah kontak dengan semua kasus positif corona di Kota Batam. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here