Tanggapan Lenis Kagoya di Balik Pembantaian 31 Pekerja di Nduga-Papua

Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya. Foto/BX/IST

BatamXinwen, Jakarta – Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya Kelompok Kerja Papua Lenis Kagoya meminta kepolisian mengungkap dari mana Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua memperoleh senjata api.

Kepolisian menurutnya bisa mengecek dari mana senjata itu disuplai dengan mempelajari jalur distribusi logisttik mereka yang pernah diungkap aparat sebelumnya. Yang lebih penting lagi, harus usut siapa aktor yang bermain di belakang mereka.

“Saya minta agar persoalan ini selesai, pihak kepolisian tahu, di Wamena pernah ada yang ditangkap pendistribusian logistik (untuk kelompok bersenjata). Coba ditelusuri dari situ,” ujar Lenis memberi petunjuk, ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12).

Dia menilai peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh kelompok yang mengaku sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), terkesan aneh. Sebab semenjak kepemimpinan Presiden Joko Widodo baru kali ini terjadi tindakan separah itu.

“Mulai tahun 2014, sejak Pak Jokowi ke Papua, sampai 2017, setiap Desember, tidak pernah ada insiden di Papua. Kejadian kemarin itu enggak pernah terjadi. Makanya saya curiga, siapa yang bermain ini?” sebut Lenis.

Itu sebabnya dia meminta masalah ini diusut tuntas dan hanya kepolisian yang mampu mengungkap persoalan tersebut. Bagaimana bisa ada peredaran senjata digunung, siapa yang menyuplai, semua menurutnya harus dikontrol.

Ketika disinggung apakah ada kaitan peristiwa pembantaian di Nduga dengan situasi menjelang Pilpres Pilpres, Lenis tidak menutup kemungkinan itu bisa ada kaitanmnya.

“Bisa juga terjadi. Termasuk mahasiswa di Jawa ajak demonstrasi, terus ada lawan ormas lagi maju. Ini lingkaran apa? Ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri-sendiri. Makanya kepolisian, BIN, dicek baik-baik persoalan ini,” tuturnya.

Hanya saja dia belum mau menduga-duga siapa di balik aksi KKB tersebut. Sebab, kepolisian lah yang bisa menjelasakan. Apalagi ada korban selamat yang bisa dijadikan pintu masuk pengusutan kasus itu.(*)

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here