Terkuak! Kapal Selam Canggih Amerika USS Bullhead Juga Tenggelam di Laut Bali

Foto: submarinememorial.org

Batamxinwen, Batam – Masyarakat Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan berita hilang kontaknya KRI Nanggala 402 di sekitar perairan Bali. Kapal selam itu dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) lalu.

Kini setelah hampir seminggu, pencarian KRI Nanggala 402 akhirnya menemui titik terang. Kapal selam itu ditemukan hancur terbagi menjadi 3 bagian pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Minggu (25/4/2021) menjadi hari dimana masyarakat Indonesia mengalami momen duka nasional. Seluruh awak KRI Nanggala 402 dinyatakan gugur dalam kegiatan patrolinya.

Masyarakat Indonesia mungkin baru pertama kali, mengalami secara langsung kejadian tenggelamnya kapal selam. Namun ternyata kejadian serupa sudah pernah terjadi di Indonesia, jauh sebelum tumbangnya KRI Nanggala 402.

ist
foto: submarinememorial.org

USS Bullhead (SS-332) merupakan kapal selam Amerika Serikat canggih dimasanya yang diaktif digunakan pada Perang Dunia Ke-2. Kapal ini diperkirakan tenggelam pada 6 Agustus 1945 di daerah perairan Bali. Setelah hilang kontak, yang diduga karena terkena serangan anti kapal selam Jepang.

Kejadian ini bemula ketika Bullhead menjalankan patroli perang ketiganya pada 31 Juli 1945 di sekitar Laut Jawa. Ia meninggalkan area patrolinya pada saat gelap untuk berpindah tempat ke Teluk Subic, Kepulauan Filiphina.

Bersama 2 kapal selam Amerika lainnya dan juga 2 kapal selam milik Inggris, Bullhead bergantian patroli di wilayah Laut Jawa.

“Capitaine dan Puffer juga akan berpatroli di wilayah Laut Jawa, begitu pula kapal selam Inggris Taciturn and Thorough,” kutip Okezone dari laman Sejarah Angkatan Laut dan Komando Warisan, Selasa (27/4/2021).

Bullhead tiba pada tanggal 6 Agustus di daerah yang sudah ditentukan. Akan tetapi Capitaine tak kunjung sampai hingga 13 Agustus. Maka dari itu Capitaine memerintahkan Bullhead untuk menggantikan posisinya dalam regu pengintaian bersama Puffer pada 12 Agustus.

Sayangnya, pemberian perintah itu menjadi komunikasi terakhir Bullhead dengan kapal selam lainnya. Setelahnya Ia dinyatakan hilang kontak semenjak tiba di daerah patrolinya.

“Tidak ada jawaban dan pada tanggal 15 Agustus, Capitaine melaporkan, ‘Tidak dapat menghubungi Bullhead dengan cara apa pun sejak tiba di daerah tersebut’,” bunyi keterangannya.

Berdasarkan keterangan dari laman Sejarah Angkatan Laut dan Komando Warisan, Bullhead memang terkena serangan anti kapal selam Jepang. Namun masih belum mengetahui serangan yang mana yang berhasil menenggelamkan Bullhead.

Mereka memperkirakan tanggal 6 Agustus menjadi momen paling mungkin, dimana serangan dari Jepang berhasil menenggelamkan Bullhead. Menjelaskan perkiraan tentang musuh yang meluncurkan serangan pesawat Grotonarmy.

“Namun, yang paling mungkin terjadi pada 6 Agustus 1945, ketika musuh USS Bullhead meluncurkan serangan pesawat Grotonarmy dengan titik kordinan posisi di 8 ° -20’S, 115 ° -42’E.,” tulisnya dalam laman.

Dugaan mereka diperkuat dengan munculnya sejumlah besar minyak dan gelembung udara di permukaan laut sehabis serangan berlangsung. Dekatnya posisi Bullhead dengan pegunungan di Bali, diduga membuat jangkuan radarnya mengecil. Membuat Bullhead tak mampu menerima peringatan kehadiran musuh.

“Itu mengklaim dua serangan langsung, dan selama sepuluh menit setelah itu, ada sejumlah besar minyak yang mengalir dan gelembung udara naik di air. Karena posisi yang diberikan sangat dekat dengan pantai Bali, diperkirakan bahwa kedekatan puncak gunung memperpendek jangkauan radar Bullhead dan mencegahnya menerima peringatan tentang pendekatan pesawat,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari laman On Eternal Patrol, Bullhead tenggelam bersama 84 orang awak yang ada di dalamnya. Dalam laman itu, dijabarkan 84 nama beserta foto dari para korban tenggelamnya Bullhead.

Selama masa aktifnya Bullhead sudah berpatroli sebanyak 3 kali dan telah sukses meraih kemenangan dan menenggelamkan begitu banyak kapal. Menjadi saksi sejarah dari Perang Dunia ke-2, sekaligus kapal selam pertama yang juga tumbang di wilayah Indonesia. Lebih spesifiknya, wilayah perairan Bali. (*)

Sumber : Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here