Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb M Dadan memimpin upacara pemecatan terhadap salah seorang anggotanya yang terlibat narkoba, foto : istimewa

BatamXinwen, Tanjungpinang – Seorang oknum anggota TNI AU dipercat karena terlibat narkoba. Upacara pemecatan itu dilakukan langsung di Pangkalan Udara (Lanud) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Jumat (16/11) kemarin.

Serda Edi Purwanto dipecat dengan tidak hormat. Karena telah melakukan pelanggaran pidana yaitu penyalahgunaan narkotika.

Danlanud RHF Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan mengatakan pemberhentian dengan tidak hormat dari Dinas Militer dilakukan berdasarkan Akta Putusan Militer 1-03 Padang Nomor: AMKHT/100-K/PM-I-03/AU/X/2018 tanggal 23 Oktober 2018, karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran pidana yaitu penyalahgunaan narkotika.

“Penegakan hukum di lingkungan TNI Angkatan Udara akan terus dilaksanakan tanpa pandang bulu, apalagi di era reformasi ini, citra positif TNI menjadi nilai yang harus dijaga, dipelihara dan dijunjung tinggi oleh seluruh personel TNI,” ujar Dadan.

Dikatakan Dadan, setiap personel TNI AU Hang melakukan pelanggaran baik disiplin ataupun pidana tetap diberikan sanksi dan tindakan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga tidak ada tempat di lingkungan Lanud RHF bagi personel yang melanggar aturan. Untuk itu, kedepan diharapkan tidak ada lagi personel yang melakukan tindakan tercela dan dan merusak citra serta kehormatan TNI AU.

“Untuk itu, kepada personel yang selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik serta menaati segala aturan dan norma-norma yang berlaku, agar ditingkatkan dan dipelihara terus. Kami yakin bahwa menjadi Prajurit TNI Angkatan Udara adalah pilihan hidup terbaik yang akan membawa manfaat dan nilai pahala untuk menjadi bekal kelak dikemudian hari,” katanya.

Sementara itu kepada Edi Purwanto, Danlanud mengatakan bahwa mulai hari ini bukan lagi anggota TNI AU.  Untuk itu segala tindakan dan perilaku jangan mengatasnamakan institusi TNI Angkatan Udara lagi. Pemberhentian dengan tidak hormat ini, bukan akhir dari segalanya, peristiwa ini harus dapat diambil hikmahnya dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik lagi.

“Setelah kembali menjadi masyarakat sipil, saudara harus benar-benar patuh dan taat pada norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Masih banyak bidang pengabdian yang bisa saudara jalankan, jika saudara ingin benar-benar menapaki kehidupan secara lebih bermartabat dan berguna di lingkungan masyarakat,” tutupnya. (yli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here