Ternyata, Ada Ratusan Milenial Kreatif di Nongsa Digital Park

Vania Josephine, Manajer Komunitas Nongsa Digital Park, Batam. Foto: BX/Ependi

Batamxinwen, Batam – Nongsa Digital Park menjadi topik pembicaraan Presiden RI Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada Indonesia Singapore Leaders’ Retreat, yang digelar di Singapura pada 8-9 Oktober 2019 lalu.

Jokowi menyatakan, Nongsa Digital Park yang terletak di wilayah wisata pantai Nongsa Batam diharapkan menjadi jembatan penghubung industri digital Indonesia dan Singapura.

Yuk, mari simak sekilas isi dapur NDP yang disebut-sebut sebagai Silicon Valley Indonesia tersebut.

Menurut Vania Josephine, manajer komunitas NDP, digital park tersebut diprakarsai oleh Presiden Jokowi dan PM Lie dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura, yang diberi tajuk ‘RISING50’.

NDP yang dikelola oleh PT. Tamarin (Taman Resor Internet) tersebut diresmikan oleh Menlu RI Retno P Marsudi dan Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan pada 20 Maret 2018, terdiri dari tiga bangunan utama.

“Sekarang ini, ada sekitar 80 perusahaan yang beroperasi di NDP dan menaungi 300 lebih pekerja kreatif digital. Sebagian besar adalah program developer,” ujar Vania kepada Batamxinwen.com, Jumat (11/10).

Menurutnya, insan kreatif yang bernaung di NDP umumnya adalah anak bangsa milenial yang bertalenta dalam dunia digital.

“Rata-rata berumur 22 sampai 30 tahun, mereka adalah talenta-talenta yang direkrut untuk mengembangkan industri digital Indonesia,” ujar Vania.

Ratusan kaum milenial berbakat dalam industri digital bernaung di Nongsa Digital Park. Foto: BX/Ependi

Vania juga menyatakan, bahwa semua perusahaan yang beroperasi di NDP telah memiliki badan hukum yang sah sesuai aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk perizinan, persyaratan dan perpajakan.

“Semua sesuai aturan hukum Indonesia. Tidak benar menyebutkan perusahaan di NDP itu ilegal,” tegasnya.

Selain itu, gadis manis asal Jakarta tersebut juga menyebutkan, klien atau pelanggan NDP umumnya berasal dari Singapura dan negara ASEAN lainnya.

“Kami sedang berencana memperluas klien kami ke Hongkong,” ujarnya.

Selain perusahaan pengembangan digital, di kawasan NDP juga terdapat studio besar sekelas Hollywood untuk pembuatan film dan animasi 3D.

Seperti diketahui, studio tersebut dikelola oleh PT. Kinema Systrans Multimedia yang bekerja sama dengan Infinite Studios. Sejumlah film animasi telah lahir dari tangan-tangan kreatif para insan di NDP.

Menurut Vania, usulan menjadikan NDP sebagai Kawasan Ekonomi Khusus telah disetujui Pemerintah, bersamaan dengan dilantiknya Walikota Batam H.M. Rudi sebagai Kepala BP Batam pada akhir September lalu. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here