Ternyata Hutan Lindung, Tim Gakkum DLHK Kepri Sidak ke Proyek Glory Hill

Tim Gakkum DLHK Kepri, ketika menyidak lokasi, Selasa (27/4/2021)

Batamxinwen, Batam – Proyek pemotongan bukit dan penimbunan manggrove di kawasan Bukit Belian, Kecamatan Batam Kota, disebut tidak mengantongi izin dari BP Batam.

Proyek itu dikerjakan untuk membuat jalan penghubung antara Kampung Belian Tua dan Proyek Glory Hill (Glory Point Grup) di Botania I Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Lebih parah lagi, belakangan terungkap kalau lokasi dimaksud masuk Lahan Hutan Lindung.

Aktivitas pemotongan bukit dan penimbunan Manggrove di kawasan bukit Belian, Kecamatan Batam Kota itu  dilakukan oleh salah satu pengembang properti ternama di Kota Batam. Dari pemotongan bukit tersebutnantinya akan dibangun jalan penghubung antara Kampung Belian Tua dan proyek Glory Hill.

Diketahui, pengerjaan pembangunan jalan sepanjang 3095 dengan row jalan yakni 35 meter itu masuk dalam dikawasan hutan Lindung.

Status lahan yang masih masuk dalam status Hutan Lindung  ini benarkan langsung oleh salah satu bagian Seksi penegakan hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kepri, Arie saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/4/2021).

Lokasi pemotongan bukit yang dan penimbunan manggrove di kawasan Bukit Belian, Kecamatan Batam Kota, yang disebut BP Batam tak berizin

“Setelah kita cek berdasarkan titik koordinat, lokasi tersebut masuk dalam HL (Hutan Lindung),” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (27/4/2021) lalu, tim Seksi Gakkum DLHK Kepri yang berjumlah tujuh orang melakukan inspeksi mendadak (sidak) meninjau lokasi tersebut.

Namun belum diketahui secara rinci, apa hasil temuan-temuan fakta lainnya dari hasil sidak tersebut dan sanksi apa yang bakal dikenakan terhadap pengembang properti tersebut.

Hanya saja, Kepala DLHK Kepri, Hendri mengatakan bahwa tim Seksi Gakkum DLHK Kepri akan membuat laporan resmi guna menindaklanjuti proyek ilegal tersebut.

“Semua butuh proses. Nanti tim Gakkum akan buat laporan resmi ke dinas dan lainnya dan dilihat hasilnya apa yang akan ditindaklanjuti dinas,” ucap Hendri saat dikonfirmasi wartawan.

Lokasi hutan mangrove yang kian menghilang ditimbun

Sementara itu, disinggung dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Kabid DLH Kota Batam, IP menyebut belum memiliki persetujuan lingkungan.

“Belum memiliki persetujuan lingkungan. Lanjutannya masih kita dalami. Mudah-mudahan pengumpulan bahan dalam seminggu ini selesai,” ucap IP kepada wartawan, Rabu (28/4/2021) kamarin.

Tak adanya izin pemotongan bukti ini juga dibenarkan oleh Humas BP Batam, Yudi. Dia menyebut  pemotongan bukit yang dilakukan pihak pengembang belum memiliki izin cut and fill yang dikeluarkan oleh pihaknya. “Kegiatan yang dilakukan di wilayah bukit Belian belum memiliki izin,” kata Yudi baru-baru ini kepada awak media.

Terpisah, terkait dengan masalah ini, Triwansaki salah satu legal standing Glory Point Grup mengarahkan untuk mengkonfirmasi masalah ini kepada bagian penanggungjawab proyek, Aston Hutapea karena yang bersangkutan lebih mengetahui secara rinci permasalahan tersebut.

“Iya pak Aston tau semua dan sudah rapat sama pihak DLH Batam dan BP Batam,” jelasnya ketika dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Hingga berita ini diunggah, redaksi Batamxinwen.com telah melayangkan konfirmasi kepada penanggungjawab proyek, Aston Hutapea untuk merincikan permasalahan tersebut. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here