Batamxinwen, Batam – Ezson Bura Luki Djaja, pelaku penculikan anak di Jakarta, yang ditangkap anggota Resmob Polda Kepri di Sagulung, ternyata mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada perangkat RT setempat.

Ketua RT 003/RW 005 Kavling Sagulung Baru (Saguba), Junjungan Hasibuan mengatakan, saat melaporkan dirinya, Erzon mengaku berstatus PNS yang menghuni di sebuah rumah kontrakan bersama dua wanita lain yang ikut ditangkap sejak September 2019 lalu.

“Awalnya dia (Erzon) yang tinggal pertama dan sendirian melapor sama kita. Saat kita minta identitasnya, dia berstatus PNS di KTP nya” kata Junjungan pada Batamxinwen.com, Kamis (13/2).

Lanjutnya, Erzon juga mengaku tinggal sementara di Saguba karena ada pekerjaan yang ditugaskan padanya. Warga sama sekali tidak mencurigai Erzon adalah pelaku penculikan anak.

Hingga beberapa lama, penghuni kos yang ditempati Erzon bertambah dua orang perempuan. Pada perangkat RT ia melaporkan penghuni baru itu hanya menumpang untuk sementara hingga mendapatkan pekerjaan.

Namun, semakin lama, penghuni rumah kontrakan Erzon semakin bertambah. Warga pun mulai protes.

“Semakin hari semakin banyak yang tinggal di sana. Karena warga mulai protes, kami datangi mereka,” katanya.

Setelah mendatangi kontrakan Erzon, pada Rabu (12/2), kontrakan Erzon digerebek anggota Resmob Polda Kepri. Erzon bersama dua perempuan ditangkap atas dugaan penculikan anak di Jakarta. Warga pun kaget.

“Kaget lah mas, tiba-tiba ada personil Brimob Polda Kepri langsung melakukan penangkapan tiga pelaku, yakni dua perempuan dan satu laki-laki,” kata Junjungan. (rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here