Veronica Koman (Ist)

Batamxinwen, Jakarta – Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka dan bahkan buronan aparat, aktivis hak asasi manusia (HAM) Veronica Koman masih saja berkicau di media sosial. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan provokasi kasus penyerbuan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Polisi akan berkoordinasi dengan stakeholder lainnya untuk memitigasi akun media sosial Veronica.

Pengacara publik yang kerap mengadvokasi kasus pelanggaran HAM tersebut tercatat masih mencuitkan isu konflik Papua di akun media sosial Twitter-nya, @VeronicaKoman. Keberadaan Veronica sendiri hingga kini masih dilacak Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memitigasi akun medsos Veronica.

“Ya tentu Kemenkominfo, BSSN, dan Siber Bareskrim akan mengambil langkah-langkah untuk memitigasinya,” ucap Dedi saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (7/9/2019).

Dedi mengungkapkan, bentuk mitigasi terhadap akun Veronica berupa pemblokiran akun atau take down hingga pemberian peringatan. Hal tersebut dilakukan karena yang bersangkutan diduga masih menyebarkan informasi bernada provokasi kendati telah menjadi tersangka.

“Ya itulah blokir, take down dan warningWis (sudah) teknisnya mereka-mereka lah,” imbuh Dedi.

Diwartakan sebelumnya, Mabes Polri “menggandeng” Interpol untuk memburu Veronica Koman. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan provokasi kasus penyerbuan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Veronica disangkakan melanggar Undang-Undang ITE Pasal 160 KUHP hingga UU Nomor 40 Tahun 2004.

Meski demikian, penetapan tersangka Veronica ini menuai kecaman dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang konsen terhadap isu-isu HAM, satu di antaranya datang dari Amnesty International Indonesia.

NGO besutan Usman Hamid itu menilai penetapan tersangka Veronica merupakan kriminalisasi kemerdekaan berpendapat.(*)

Sumber: Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here