ilustrasi penangkapan

Batamxinwen, Jakarta – Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap pihak otoritas di Filipina. Wanita itu ditangkap lantaran membawa obat terlarang senilai miliaran rupiah. Terkait hal ini Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah memberi respon.

Berdasarkan keterangan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha, WNI berinisial AA itu ditangkap oleh badan narkotika Filipina, PDEA pada 7 Oktober 2019 dini hari. AA kedapatan membawa obat terlarang jenis metamphetamine seberat 8 kilogram yang diperkirakan bernilai sekira Rp15,2 miliar.

“Menerima informasi tersebut, KBRI kita di Manila segera meminta akses kekonsuleran kepada pemerintah setempat, dan karena kerja sama yang baik akses tersebut bisa langsung didapatkan di hari yang sama,” kata Judha kepada wartawan.

Tim dari KBRI Manila telah menemui AA dan memastikan perempuan itu dalam keadaan baik. Kasus ini masih dalam penyelidikan otoritas setempat.

“KBRI akan melakukan pendampingan untuk memastikan hak-hak yang bersangkutan terpenuhi.”
Menjawab pertanyaan wartawan, Judha mengatakan bahwa AA terancam dijatuhi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah mengedarkan narkotika.

“(Kasus ini) masih dalam proses penyelidikan, tetapi berdasarkan hukum Filipina, untuk peredaran narkotika, ancaman maksimalnya adalah penjara sumur hidup,” jelas Judha.(*)

Sumber: Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here