Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana saat merilis tiga pelaku pembunuhan, Kamis (24/11/2022). Foto: BX

Batamxinwen, Batam – Kepolisian Sektor Sekupang merilis tiga pelaku pembunuhan beserta barang bukti yang digunakan dalam melakukan penganiayaan yang merenggut nyawa Mahmud (46), penjaga Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Seiharapan, Sekupang, Kamis (24/11/2022).

Ketiga pelaku itu adalah Andri Prio Nurcahaya, Firman Putra Gultom dan Sadam Husen. Penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa Mahmud itu terjadi pada Minggu (20/11/2022). Ketiganya mengaku jika penganiayaan itu mereka lakukan karena Mahmud menyerang terlebih dahulu menggunakan sebilah pisau.

“Korban menyerang duluan. Tangan saya sampai terluka terkena pisau. Jadi kami berusaha membela diri,” ujar Andri, Kamis siang di Mapolsek Sekupang saat dihadirkan dalam konferensi pers.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana, menjelaskan, Mahmud dan Andri sudah lama saling mengenal. Mahmud sering menggunakan jasa ojek Andri. Mahmud masih berhutang uang sewa ojek sebesar Rp100 ribu.

“Pada hari kejadian, ketiga pelaku sedang menuju ke wilayah Seibeduk dan melintas di lokasi kejadian. Saat itu ketiga pelaku spontan mendatangi korban untuk menagih sisa uang ojek yang belum dibayar,” ujarnya.

Namun, kedatangan Andri dan dua temannya tidak disambut baik oleh Mahmud. Mereka kemudian terlibat adu mulut. Saat adu mulut terjadi Mahmud disebut menyerang Andri menggunakan pisau. Akibatnya, lengan kiri Andri terluka.

“Dari situlah ketiga pelaku lantas bersama-sama menganiaya hingga korbanenimggal di tempat. Kepala korban terluka. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal karena trauma di bagian dada yang menyebabkan gagal pernapasan dan turun kesadaran,” kata Kompol Yudha.

Setelah menganiaya Mahmud, Andri, Firman, dan Sadam langsung berusaha kabur dan bersembunyi. Namun, utang dari 24 jam, keberadaan mereka tercium polisi. Andir dibekuk di Seiharapan, Firman dan Sadam ditangkap di Seibeduk.

Kini, ketiganya mendekam di sel tahanan mapolsek Sekupang. Mereka dijerat dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dan atau Pasal 354 ayat 2 KUHPidana jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (sal)

 

 

 

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini