ist

Batamxinwen, Jombang – Petugas Resmob Satreskrim Polres Jombang ringkus 3 pemuda lantaran mencabuli seorang remaja berusia 16 tahun asal Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Informasi yang dihimpun dari petugas kepolisian, tiga pelaku pencabulan itu berinisial EN, 24, asal Desa/Kecamatan Kudu. Sedangkan dua pelaku lain yakni MDA, 22, serta YCA, 17. Keduanya asal Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.

“Ketiga pelaku diamankan di salah satu rumah di Dusun Gurameh, Desa Kedungbogo Kecamatan Ngusikan,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu kepada SINDONews, Selasa (7/8/2019).

Kasat mengatakan, penangkapan ketiganya setelah polisi menerima laporan dari Ge, 44, yang notabene keluarga korban. Lantaran tak terima anak perempuannya diperlakukan tak senonoh oleh ketiga pelaku, pada Sabtu (27/7/2019) silam.

Aksi pencabulan itu bermula saat Bunga (bukan nama sebenarnya) dijemput dua pelaku yakni YCK dan EN di rumahnya sekira pukul 20.35 WIB. Selanjutnya, oleh dua pelaku korban diajak keluar rumah dengan alasan untuk menghabiskan malam Minggu.

“Kemudian korban diajak ke area persawahan di Dusun Gurameh Desa Kedungbogo, Kecamatan Ngusikan. Di lokasi tersebut, satu pelaku inisial MDA sudah menunggu,” kata dia.

Di area persawahan itu, Bunga lantas dicekoki minuman keras (miras) oleh ketiga pelaku. Meski menolak, ketiganya terus merayu anak baru gede itu. Hingga membuat Bunga teler akibat terpengaruh miras.

“Saat korban dalam keadaan mabuk, para pelaku ini secara bersamaan melakukan tindakan pencabulan dengan meraba-raba bagian alat vital korban,” jelas Azi.

Puas mencabuli korban, pelaku lantas mengantarkan Bunga kembali ke rumah. Keluarga Bunga yang curiga lantaran remaja tersebut pulang dalam kondisi teler, keesokan harinya langsung menginterogasinya. Setelah didesak, Bunga pun akhirnya buka suara.

“Korban mengaku kalau diajak pesta miras kemudian dicabuli oleh pelaku. Dari itu kemudian dilaporkan ke Polres Jombang dan kita lakukan penangkapan terhadap tiga pelaku,” kata Azi.

Akibat perbuatannya, lanjut Azi, ketiga pelaku ini bakal dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ketiganya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Sumber: Sindonews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here