Batamxinwen, Jakarta – TNI mengirimkan 329 personel Kostrad dan Marinir ke Jayapura untuk mengamankan objek-objek vital pascakerusuhan Kamis kemarin. Mereka terdiri dari dua satuan setingkat kompi (SSK) atau sekira 200 prajurit Kostrad TNI Angkatan Darat dan 129 pasukan Marinir TNI Angkatan Laut.

“(Dikirim) dua SSK dari Yonif 501/Kostrad dan 129 Marinir untuk mengamankan objek-objek vital di wilayah Jayapura,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (30/8/2019).

Kodam Cenderawasih pagi tadi juga mengerahkan truk untuk mengevakuasi 1.000 pengunjuk rasa yang menduduki Kantor Gubernur Papua. Mereka dipulangkan karena takut kembali setelah terjadi kerusuhan di Jayapura.

“Pengerahan truck TNI/Polri yang dimulai sejak pukul 09.15 (WIT) adalah dalam upaya mengantisipasi bentrok antara massa aksi demo yang merasa ketakutan untuk kembali ke tempat masing-masing dengan aksi masyarakat yang mengatasnamakan kelompok masyarakat Paguyuban Nusantara yang menolak aksi demo,” ujar Eko Daryanto.

Kondisi Jayapura hari ini belum sepenuhnya normal, setelah tadi malam sempat mencekam imbas demo anarkis.

Dalam unjuk rasa, Kamis kemarin, massa yang menyebar di beberapa titik dalam Kota Jayapura membakar beberapa kantor pemerintah dan merusak fasilitas umum. Mereka juga melempari hotel, pusat perbelanjaan, perbankan bahkan aparat TNI-Polri yang mengamankan aksi.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, kondisi di Papua Barat seperti di Kota Sorong dan Manokwati sudah kondusif. “Sedangkan di Papua (demo) masih tetap berlangsung,” katanya kepada wartawan di Jakarta.
Wiranto mengatakan ada tambahan pasukan ke Papua untuk pengamanan, tapi ia tak menyebut jumlahnya.

“Negosiasi penanangan dan pasukan kita menambah ke sana bukan untuk melawan rakyat tapi mengamankan objek-objek vital jangan sampai dirusak oleh masyarakat yang tidak sadar.”(*)

Sumber: Okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here