Foto: Toko Elektronik HP (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Batamxinwen, Jakarta – Pesatnya penjualan toko online dijadikan biang sepinya toko-toko elektronik fisik atau offline di beberapa pasar Jakarta. Tak hanya alasan itu, ada juga berpendapat, jika lesunya ekonomi justru jadi penyebab utamanya.

Pengelola PGC, Ian Wisan tak sependapat sepinya toko-toko elektronik dikaitkan dengan ekonomi yang sedang melambat. Ia lebih sepakat karena persoalan toko online.

“Ekonomi tidak lesu, jadi shifting saja, orang biasa belanja ke mal, sekarang ke online. Pertumbuhan ekonomi 5,02 persen, hampir samalah [dengan periode sebelumnya], jadi switching saja,” kata Ian kepada CNBC Indonesia.

Namun, pendapat Ian bisa jadi benar tapi bisa jadi meleset. CNBC Indonesia menelusuri pendapat-pendapat pembaca yang mengaku berjualan di toko online. Ada yang mengaku berdagang offline dan online sama-sama sepi saat ini.

“Saya pedagang online dan offline…sepi bung!!!” kata salah satu pembaca.

Pembaca lainnya Afiya mengatakan saat ini tak cuma pasar ritel elektronik offline saja yang lesu, tapi juga terjadi pada pasar online. “Pasar online pun secara omzet juga beberapa bulan terakhir ini mengalami penurunan yang cukup signifikan,” katanya.

Group Head, Brand Communications & PR Bhinneka Astrid Warsito, yang merupakan pengelola platform produk-produk elektronik, mengatakan Bhinneka punya omnichannel yaitu saluran penjualan online & offline, yang komposisinya cukup berimbang 60:40.

Ia bilang kategori produk yang dijual di online dan offline sedikit berbeda. Untuk Bhinneka Store lebih banyak yang produk premium dan untuk segmen yang perlu dilihat dan dipegang barangnya terlebih dahulu oleh konsumen.

“Kalau bicara di Bhinneka, ya fenomenanya kami selalu complement yang online+offline. Karen di Bhinneka.Com itu omnichannel alias online-offline yang terintegrasi maka di kami semuanya berjalan baik,” kata Astrid yang juga Kepala Bidang Public Relation Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) ini.

Namun, Astrid menduga soal kelesuan penjualan elektronik di toko offline, terutama pada kuartal IV-2019 bisa jadi terkena dampak dari promo retail yang heboh di platform seperti program diskon belanja toko online.

Vice President Corporate Affair PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Kang Hyun Lee mengaku ekonomi saat ini sedang sulit. Ia bilang “di Indonesia sangat menderita untuk menjual lokal market”

CNBC Indonesia sempat menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC), toko-toko elektronik di Pasar Kramat Djati, hingga Plaza di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu siang (6/11), para pedagang mengeluh penjualan sedang sepi beberapa bulan terakhir.(*)

Sumber: CNBCIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here