Kordinator Umum aksi Melayu Melawan, Amirullah, Kordinator Lapangan Aksi, Oyong Wahyudi, Pendiri Melayu Malawan, Okta Robin, saat menggelar konfrensi pers di bilangan Nagoya, Rabu (18/9). Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – Kordinator Umum pergerakkan ini , Amirullah mengatakan bahwa Melayu Melawan akan turun ke jalan menggelar aksi damai untuk menolak Pelantikkan Ketua DPRD terpilih dari partai pemenang.

Menurutnya, keputusan partai pemenang menunjuk ketua DPRD yang non-muslim dianggap tidak mewaklili masyarakat Kepri yang mayoritas Muslim.

“Dunia Melayu, Dunia Islam, itu hakekat yang tak boleh hilang,” kata Dia

Dalam hal itu, Amirullah berharap agar seluruh elemen Melayu mau bersatu dan bersikap atas kebijakkan partai itu.

“Kami berharap, siapa saja kita yang merasa Melayu mau bersikap menanggapi hal ini, Silahkan datang dan bersuara,” kata dia

Ditempat yang sama , Kordinator Lapangan Aksi, Oyong Wahyudi mengatakan bahwa aksi tersebut digelar bukan karena ada unsur ketidak sukaan pada oknum tertentu. Tapi menurutnya, Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan Aspirasi warga Melayu Kepri yang meminta kepada partai pemenang untuk mendudukan ketua DPRD Provinsi dari kelompok mayoritas.

“Melayu Melawan bukan benci atau tidak suka pada kelompok dan golongan yang ditunjuk, melainkan kami hanya mengharapkan Partai PDIP mau mendudukan warga tempatan di kursi kepemimpinan DPRD,” katanya.

Okta Robin, Pendiri Melayu Malawan mengatakan, bahwa aksi ini akan digelar untuk menyuarakan penolakkan mereka atas terpilih kembalinya Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi.

“Aksi kami jelas menentang Jumaga Nadeak untuk kembali memimpin DPRD Provinsi, ini sejalan dengan harapan dari Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi yang menghimbau kepada Partai Pemenang untuk meletakkan orang Muslim sebagai Ketua DPRD Provinsi.” Ujar Okta, Selasa, (17/9).

Okta Mengatakan bahwa aksi itu nantinya akan digelar secara tertib dan damai tanpa membuat kekisruhan yang mengganggu stabilitas kota.

“Kami hanya ingin menyampaikan kepada siapa saja yang menjadi decesion makernya Partai Pemenang pileg tahun ini untuk memuliakan warga melayu sebagai pemimpin di kampung ini, kami tak akan menyuarakan aspirasi itu secara anarkis dan brutal.” Tambah Okta

Lebih lanjut, Okta mengatakan akan menggelar aksi ini di titik konsentrasi massa Graha Kepri dengan titik kumpul di gedung Lembaga Adat Melayu.

“Nanti massa akan berkumpul dulu di LAM, setelah itu berjalan bersama ke Graha Kepri. Kita menggelar aksi di depan Gedung Graha Kepri,” tutup Okta.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, dato’ Abdul Razak berharap agar Partai Pemenang Pileg di Kepri mendudukan orang Muslim menjadi ketua DPRD Provinsi Kepri.

Pernyataan itu ditujukan kepada Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDIP) yang beberapa waktu lalu memenangkan jumlah capaian kursi terbanyak diantara partai-partai lainnya.

Menurutnya, Kepri merupakan tanah Melayu yang didominasi oleh Muslim, setidaknya untuk Ketua DPRD harusnya seorang Muslim. Tidak mesti orang Melayu, asal harus Muslim.

Lanjut beliau, secara peraturan, memang tidak bisa ditentukan. Akan tetapi, Abdul Razak berharap supaya posisi itu diisi oleh seorang yang beragama Islam.

“Kita tidak bisa menentukan siapa yang menjadi ketua DPRD, karena PDIP memang menang dan pantas menduduki posisi itu. Akan tetapi, kita menghimbau agar posisi itu diisi oleh seorang Muslim. Sesuai dengan kearifan kita sebagai tanah Melayu,” ucapnya pada Jum’at, (13/9) di Balai Lembaga Adat Melayu Provinsi.

Dilain tempat, Fakhrul Anshori tokoh mahasiswa Melayu Kepri mengunggkapkan kekecewaannya terhadap putusan partai Pemenang. Menurutnya, Partai Pemenang Pemilu di Kepri tidak merespon harapan dari masyarakat Mayoritas.

“Ini kekecewaan untuk kami mahasiswa Melayu di Kepri. Partai Pemenang tidak merespon harapan masyarakat tempatan.” Katanya

Dia, katanya akan menyambut baik gerakkan yang akan dilakukan Melayu Melawan menentang keputusan partai tersebut.

“ Kami akan ikut serta dalam pergerakkan Melayu Melawan. Mahasiswa Melayu ambil andil dalam barisan itu.” Tutup dia

Sementara itu, Tokoh Pemuda Melayu Nongsa Jupriadi SH juga berharap hal yang sama kepada Partai Pemenang Pemilu.

“Kalau hal ini tak mendapat tanggapan, Melayu Melawan agak bergerak di lebih besar, bukan hanya di Batam tapi di seluruh Provinsi Kepri,” kata Jupri. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here