Transportasi Jadi Kendala, Karimun Dianggap Gagal Ekspor Buah ke Singapura

BX/Nursalih, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun, Muhammad Affan

BX/Nursalih, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun, Muhammad Affan

BatamXinwen, Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun dianggap gagal dalam mengekspor buah Nanas dan Pisang ke Singapura.

“Ekspor kita gagal,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun, Muhammad Affan, saat ditemui BatamXinwen di ruang kerjanya, Selasa (15/5).

Affan, panggilan akrabnya mengatakan, kegagalan dalam mengekspor buah tersebut bukan dikarenakan ketersediaan buah di Karimun yang tidak cukup.

Melainkan armada pengangkut nanas dan pisang yang tidak masuk dalam daftar estimasi transportasi dari Karimun ke Singapura.

“Hanya transportasi yang menjadi masalahnya, kapal yang tidak sesuai harga kita. Kalau masalah buahnya, sama sekali tidak ada masalah,” katanya lagi.

Affan juga mengatakan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten setempat pada dasarnya mampu memenuhi permintaan negara tersebut, bahkan pihaknya dapat memastikan jika permintaan tersebut meningkat dua kali lipat dari permintaan awal.

“Mereka minta 40 Ton nanas dan pisang, kita bisa penuhi 20 ton sehari pun bisa,” kata Affan.

Selain transportasi, pihaknya juga belum mendapati harga yang sesuai dengan keinginannya dalam menjual buah hasil kabupaten setempat.

Para petani lokal, menjual harga Nanas perbuahnya sebesar Rp.2.500,- sampai Rp.3000,-

“Nah, itu harga yang kita beli dari petani lokal. Sekarang kita belum tau harga yang mereka beli dari kita. Kalau kita jual di daerah seputaran sini aja, bisa mencapai Rp.6 ribu sampai Rp.7 ribu,” tambahnya.

Oleh sebab itu, eksportir yang disebutkan oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq beberapa waktu lalu, dapat dipastikan gagal‎ mengingat, komoditi yang akan diekspor tidak dapat bertahan lama.

“Pisang jelas tidak dapat bertahan lama, hanya nenas yang bisa bertahan 2 sampai 3 hari,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya dapat memastikan akan dapat mengekspor komoditi tersebut pada tahun ini.

“Tahun ini pasti kita akan ekspor, kalau tidak dapat 2018 ini, saya akan mengundurkan diri,” katanya. (Nursali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here