Ditnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol K Yani Sudarto, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki dan Kasat Narkoba AKP Abdul Rahman, menunjukan barang bukti narkoba 38,6 Kilogram yang diamankan dari jaringan internasional, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Sindikat perdagangan narkotika jaringan internasional berhasil diungkap Jajaran Satresnarkoba Polresta Barelang. Empat orang turut diamankan dengan barang bukti sabu 38,6 kilogram.

Adapun keempat pelaku yang diamankan yakni Jonny Andrianto (36), Toni Indra (36), Putra Eka Satya (43) dan La Ode M Fajar (27) yang merupakan residivis kasus curanmor.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki menuturkan keberhasilan pengungkapan ini buah kerja keras jajarannya yang kurang lebih selama dua bulan melakukan penyelidikan dari informasi yang didapat terkait penyelundupan narkoba dalam jumlah besar dari Malaysia.

“Tersangka pertama yang kami amankan yaitu Toni Indra saat membawa 37 paket dari Malaysia di perairan Pulau Kasam, Punggur, Batam,” ujar Hengki, didampingi Ditnarkoba, Kombes K Yani Sudarto, Kabid Humas Polda Kepri S Erlangga dan Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman, saat ekspose di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019).

Dikatakan Hengky, sebanyak 37 paket sabu itu ditemukan jajarannya di dalam satu koper dan satu tas ransel. Sabu itu dibawa dari Malaysia dengan menggunakan Speedboat.

“Di dalam koper kami temukan 24 paket, sedangkan di tas ransel ditemukan 13 paket,” kata Hengki.

Diterangkan Henky, jajarannya pun kemudian melakukan pengembangan. Dan berhasil mengamankan tiga tersangka lainnya itu di Tanjungpinang. Ironisnya, satu tersangka yakni Eka Putra Satya, merupakan warga binaan Lapas Narkotika Tanjungpinang.

“Ini penangkapan terbesar di Tahun 2019. Pengungkapan ini tentu menjadi perhatian kita semua. Pengawasan harus diperketat,” ucap Hengki.

Karena perbuatannya itu, terang Hengki, pelaku dijerat dengan Pasal 112 jo Pasal 114 KUHP UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“pelaku terancam hukumam 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. (Bintang/rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here