BatamXinwen, Surabaya – Wakil Gubernur Kepri Isdianto berharap, tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak di Kepulauan Riau.

Mengingat semua pihak di Kepri, harus bersama-sama mewujudkan agar kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan.

“Pemerintah Provinsi Kepri sangat berkomitmen sekali akan hal itu. Karenanya kita akan terus mendorong setiap kabupaten/kota bisa menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Kita ingin semua kabuapten/kota di Kepri menjadi KLA,” kata Isdianto usai acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak bertempat di Dyanda Convention Senter Surabaya, Senin (23/7) malam.

Kepri kembali meraih penghargaan sebagai Provinsi Pengembangan Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Gubernur Kepri Isdianto dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Provinsi layak anak akan dicapai apabila seluruh kabupaten/kotanya sudah layak anak. Untuk Kepri, sudah lima kabupaten kota yang mendapatkan KLA yaitu Bintan, Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Lingga. Sesuai dengan RPJMD, Kepri layak anak akan dicapai tahun 2021.

Untuk mewujudkan provinsi layak anak, ada lima kluster KLA yang dinilai. Kluster 1 tentang hak sipil dan kebebasan, kluster 2 mengenai lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Di kluster 3 tentang kesehatan dasar dan kesejahteraan Anak berkebutuhan khusus, kluster 4 pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta kluster 5 mengenai perlindungan khusus.

“Tujuan akhir adalah terbangunnya sistem pembangunan yang terintegrasi dalam pemenuhan hak anak,” kata Isdianto.

Prof Yohana Yembise berharap, Hari Anak Nasional (HAN) yang puncaknya dipringati setiap tanggal 23 Juli harus memberikan hak-hak anak. Mulai dari perlindungan, tumbuh kembang, partisipasi hingga pemahaman akan hak anak.

Anak-anak, kata Yohana Yambise, harus bisa hidup layak ceria dan tidak dalam ketakutan. Apalagi anak-anak sampai mengalami kekerasan, mereka sudah seharusnya menjalani kehidupan yang menyenangkan.

“Bagaimanapun anak-anak kita adalah pewaris masa depan Indonesia. Mereka harus selalu bergembira, namun tetap harus diarahkan untuk tidak lupa berprestasi,” harapnya.(*)

Indonesia sambung Yohana Yembise pada tahun 2030 mencanangkan program Indonesia Layak Anak (Idola). Karenanya kepala daerah dan semua pihak harus bersama mewujudkan harapan kita semua.

Pemerintah pusat dan daerah harus memberikan hak perempuan dan anak untuk hidup layak sesuai amanat konstitusi. Guna mendukung itu semua, berbagai program ditawarkan dan digulirkan.

Menurut Menteri, berbagai terobosan dilakukan. Mulai dari membuat program Puskesmas Ramah Anak, Masjid Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak hingga program- progam lain yang berorientasi pada kepedulian anak.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here