AW suami siri Se dengan tangan terborgol, Foto : istimewa

BatamXinwen, Batam – Tewasnya wanita berinisial Se (29) di RS Awal Bross, Jumat (5/10), diselidiki Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum dilarikan ke RS Awal Bross, Se sempat dalam kondisi lemas di kamar kosnya di komplek Ruko Aladin, Batamkota.

Se yang dalam kondisi lemas dilarikan ke rumah sakit oleh Aw, pria yang mengaku sebagai suami siri Se. Ketika membawa Se ke rumah sakit, Aw minta bantuan polisi yang bertugas di Pos Lalulintas simpang Kepri Mall. Namun, setiba di rumah sakit, Se meregang nyawa.

Berdasarkan kondisi Se, polisi mengamankan Aw sebagai orang yang diduga bertanggungjawab atas tewasnya Se. Dugaan polisi diperkuat oleh temuan sejumlah alat bantu fantasy seks jenis hard core dan slave di kos Se dan Aw.

Sejumlah alat bantu seks yang biasa digunakan untuk mewujudkan fantasy seks itu, biasa digunakan dalam berhubungan seks yang berbau sedikit kekerasan dalam berhubungan seks. Alat bantu seperti cambuk, borgol dan pakaian dalam jenis G-string disebut-sebut ada di kamar kos Aw dan Se.

Penemuan alat bantu dalam berfantasy seks yang berbau kekerasan itu, menguatkan dugaan jika Se tewas karena ada unsur kekerasan yang berujung diamankannya Aw atas dugaan sebagai orang yag bertanggungjawab atas tewasnya Se.

Informasinya, disebut-sebut juga bahwa malam sebelumnya, Aw dan Se mekakukan hubungan seks dengan fantasy mereka sambil mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Selain mengkonsumsi sabu, disebut juga bahwa Aw memberikan pil perangsang libido pada Se untuk keperluan fantasy seks mereka. Selain dugaan adanya jejak penganiayaan pada tubuh Se, dugaan Se mengalami over dosis juga muncul seputar tewasnya wanita yang berstatus kawin di kartu penduduknya itu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan saat dikonfirmasi seputar penyebab tewasnya Se belum menjawab. Kini, Aw tengah menjalani pemeriksaan di unit IV Satreskrim Polresta Barelang.

Konfirmasi juga dilayangkan ke Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus. Tak banyak yang bisa dijelaskan Firdaus terkait tewasnya Se yang berdomisili di wilayah hukumnya itu.

“Perkaranya ditangani Polresta Barelang,” kata Firdaus.

Dari RS Awal Bross, mayat Se dievakuasi ke RS Bhayangkara guna keperluan visum. (ias/jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here