pembengkakan kaki saat hamil
Cara mencegah pembengkakan kaki saat hamil

Batamxinwen, Batam – Proses pertumbuhan perkembangan anak di dalam kandungan Ibu sangat tergantung pola konsumsi makanan dan distribusi bagi seorang anak yang tengah di dalam kandungan Ibu, karena itu sangat berpengaruh dimasa sumber daya manusia akan mendatang.[1]

Sebab suatu pola konsumsi dan distribusi sangat berpengaruh pada sehari-hari Ibu yang sedang hamil, karena faktor gizi sangat berdampak pada proses pertumbuhan bayi akan dilahirkannya. Sehingga seorang Ibu yang sedang hamil harus memenuhi kebutuhan dan gizi yang cukup pada proses perkembangan bayinya.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, ibu hamil juga perlu mematuhi makanan yang dilarang selama masa kehamilan. Lantas, apa saja makanan pantangan ibu hamil? Yuk, cek 6 di antaranya berikut ini!

Makanan Laut yang Masih Mentah

Di dalam makanan laut seperti udang, ikan lele, nila, teri, hingga tuna kaleng terkandung sumber protein yang bagus berupa asam lemak Omega-3. Asupan ini berguna untuk meningkatkan perkembangan otak dan mata bayi.

Sayangnya, beberapa ikan dan makanan laut tersebut bisa saja mengandung zat kimia berbahaya yang justru membahayakan janin. Banyaknya zat kimia ini akan berdampak negatif pada sistem saraf bayi. Semakin besar dan semakin tua ikan, semakin besar kemungkinan kandungan zat kimia. Olehnya itu, makanan laut ada baiknya dijadikan pantangan selama hamil.[2]

Daging dan Telur yang Kurang Matang

Tidak hanya itu, daging dan telur yang kurang matang juga merupakan makanan yang dilarang saat hamil. Pasalnya, selama hamil, Ibu berisiko lebih tinggi mengalami keracunan bakteri pada makanan tersebut. Keracunan ini akan mempengaruhi bayi sehingga Ibu perlu memasak daging dan telur dengan lebih matang terlebih dahulu sebelum menyantapnya.[3]

Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci Bersih

Sudah bukan rahasia lagi jika buah dan sayuran yang belum dicuci dengan bersih tidak boleh dikonsumsi langsung. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri berbahaya yang menempel di kulit buah serta sayuran sehingga Ibu perlu mencucinya terlebih dahulu.

Beberapa buah dan sayuran tersebut yakni antara lain apel, pir, pepaya, semangka, lobak, kacang hijau, serta beragam sayuran hijau lainnya. Bagi Ibu yang senang mengonsumsi sayur toge, pastikan untuk memasak toge tersebut hingga benar-benar matang.[4]

Keju Lunak

Ibu hamil disarankan untuk menghindari beberapa keju lunak karena keju tersebut lebih basah dan berpotensi menjadi tempat ideal bagi tumbuhnya bakteri berbahaya seperti Listeria. Meskipun infeksi terhadap bakteri ini jarang ditemukan, tapi Ibu perlu menjadikan keju sebagai pantangan saat hamil sebab Listeria dapat menyebabkan keguguran hingga penyakit serius pada bayi yang baru lahir.[5]

Susu yang Tidak Melalui Pasteurisasi

Siapa sangka bahwa susu yang tidak dipasteurisasi merupakan pantangan ibu hamil? Pasteurisasi sendiri merupakan sterilisasi kuman melalui pemanasan pada suhu dan waktu tertentu. Susu jenis ini biasanya susu rendah lemak dengan beragam penyakit bawaan yang bisa berpengaruh kepada janin di kandungan.[6]

Alkohol dan Kafein

Terakhir, pantangan selama hamil yang harus dipatuhi yakni alkohol dan kafein. Konsumsi alkohol akan mengganggu perkembangan kesehatan bayi. Sementara kafein harus dihindari selama trimester pertama untuk mengurangi kemungkinan keguguran.[7]

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Yang jelas, selalu pastikan kandungan nutrisi yang dikonsumsi untuk menjaga tubuh tetap sehat. Semoga informasi ini bermanfaat!

Sumber: Bebeclub.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here