Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Melki Sihombing, foto : Rega/Bx

BatamXinwen, Batam – Warga Perumahan Permata Puri I Batu Aji beberapa hari yang lalu dihebohkan dengan seseorang wanita yakni Nilu Kentari (24) yang melahirkan sepasang bayi kembar berjenis kelamin laki – laki dan perempuan di tempat tinggalnya.

Bayi malang tersebut dilahirkan Nilu di dalam kamar kos nya. Namun sayangnya, sepasang bayi diduga hasil hubungan diluar nikah Nilu dan pasangannya itu meninggal dunia.

Pasca melahirkan bayi kembarnya tanpa pertolongan medis. Nilu pun sempat dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Setelah keluar dari RSUD, Nilu pun langsung menjalani pemeriksaan di Polsek Batu Aji.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Nilu pun ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Melki Sihombing, mengatakan penetapan status tersangka terhadap Nilu dilakukan karena ditemukan unsur kesengajaan yang bersangkutan hendak melakukan aborsi karena malu hamil diluar nikah.

“Kita sudah periksa dan menetapkan
Nilu Kentari (24), menjadi tersangka,” kata Melki pada pewarta di ruangannya, Jumat (17/5/2019) sore.

Sebelumnya ada info yang beredar, sang kekasih sempat menganjurkan Nilu untuk menggugurkan calon bayi tersebut, apakah pacarnya juga akan dijerat perihal aborsi? Perihal ini, Iptu Melki belum bisa memberikan keterangan resmi. Ia hanya mengatakan, akan diselidiki lebih lanjut.

“Perihal ini akan kita selidiki lebih lanjut lagi. Nanti akan kita kabarkan,” ujar Melki.

Sementara untuk detail motif tersangka melakukan upaya pembunuhan terhadap bayi kembar itu Melki enggan berkomentar banyak namun akan ada pemangilan- pemanglian kepada RP yang merupakan pacar tersangka.

“Yang jelas kita sudah tetapkan status Nilu menjadi tersangka, untuk motif dan detail akan disampaikan langsung oleh pimpinan,” lanjut dia.

Sementara itu dua orang saksi yakni Suci dan Melani tetangga sebelah kosan Nilu, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa mereka tidak pernah tau jika selama ini yang bersangkutan hamil. Mereka mengetahui ketika berkunjung ke kos Nilu dan mendapati yang bersangkutan tergeletak pingsan di samping jasad bayinya yang telah tidak bernyawa tersebut.

“Dua saksi itu lah yang pertama melihat ada bayi,” kata dia.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak pasal 80 ayat 3 dan 4 setiap orang melakukan kekerasan terhadap anak dalam hal anak mati maka dipenjara maksimal 15 tahun sedangkan untuk ayat 4 apabila yang melakukan orang tua akan ditambah sepertiga dari ancam hukuman. (rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here