Batamxinwen, Batam – Layanan air bersih Kota Batam yang dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB) mulai dikeluhkan warga. Betapa tidak, salah satu kebutuhan pokok warga itu mulai tak lancar disuplai ke rumah warga selaku konsumen.

Seorang warga pengelola sebuah panti jompo di Batam, mengaku pasrah atas layanan air bersih ATB, yang mulai tak lancar itu. Bahkan dia mengatakan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih para penghuni panti jompo tersebut.

“Hampir saban hari kami alami air tak ngalir, kami bingung mau bagaimana penuhi kebutuhan para penghuni panti ini,” kata ibu setengah baya ini dan meminta namanya tak ditulis.

Dari aspek teknis memang dia tak paham apa kendalanya. Namun yang pasti dia sangat berharap kondisi ini bisa segera berlalu.

“Setidaknya dengan pengeluhan ini pihak pengelola ATB bisa segera mengatasinya. Ini persoalan hidup dan mati kami sebagai warga,” ucapnya.

“Kami punya banyak penghuni di panti ini. Sampai puluhan orang. Kami sangat berharap segera ada aksi ATB biar air kembali mengalir,” katanya menambahkan.

Menyikapi kondisi yang dialami warga tersebut, Anggota DPRD Kota Batam, Tan A Tie, bersikap.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mendesak manajemen ATB untuk segera mengatasi hambatan di lapangan secara cepat dan solutif.

Menurut dia, air itu kebutuhan primer warga. Tanpa air tak akan bisa terlaksana sejumlah aktivitas warga. Baik itu kegiatan sosial, ekonomi warga maupun kegiatan lainnya.

“Apalagi seperti yang dialami para penghuni dan pengelola panti jompo yang tentunya harus jadi prioritas layanan,” katanya.

Jika memang masih ada kendala di tubuh manajemen, namun harus tetap ada penyelesaian agar tidak menghambat aktivitas masyarakat, juga tentunya tak memgancam hajat hidup orang.

“Meskipun banyak kendala, tetapi saya tetap meminta ATB segera atasi masalah ini, carikan solusi. Jangan sampai berlarut-larut seperti ini,” ujarnya.

Tan A Tie bahkan mengaku, alami hal serupa. Tempat huniannya di Perumahan Pantai Indah, Tanjung Uma juga mengalaminya.

“Rumah saya di Tanjung Uma tiap pagi juga lambat sekali. Memang sangat mengganggu,” katanya.

ATB kata dia harus segera mencari solusi, daripada sekadar menyarankan warga menyediakan penampungan. Sebab, tak semua warga sanggup menyediakan tampungan yang lebih besar untuk pemenuhan kebutuhan dalam rumah.

Secara terpisah Chairul yang mengaku bagian dari manajemen ATB membenarkan kondisi tersebut.

Menurut dia kondisi pembatasan suplai air bersih ke rumah warga itu karena kian minim ketersediaan air baku yang jadi sumber suplai.

Menurut dia perkembangan industri dan pertumbuhan penduduk Kota Batam yang terus saja terjadi tak seirama dengan kondisi ketersediaan sumber air baku milik ATB.

Dia menyebut saat ini ATB memiliki sejumlah sumber air baku permukaan sebagai sumber suplai kepada konsumen. Sumber air baku itu sebut dia, Dam Duriangkang, Dam Muka Kuning, Dam Nongsa, Dam Sei Ladi dan Dam Sei Harapan.

“Inilah sumber air baku yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan suplai air bersih seluruh masyarakat Kota Batam,” katanya.

Selain mulai berkurang suplai air baku, Chairul juga mengatakan persoalan suplai air mulai macet karena, penggunaan air secara bersamaan dan daerah yang jauh dari instalasi pengolahan air bersih ATB. “Kondisi ini juga menjadi pemicu kendala tersebut,” katanya.

Namun begitu dia berjanji, secara kelembagaan manajemen ATB akan segera mengatasi persoalan yang terjadi.(Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here