BX/ foto: Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Sihite, saat menjelaskan kronologis dugaan penganiayaan terhadap Abdullah, Rabu (9/1)

Batamwinwen, Batam – Informasi mengenai pemukulan yang dialami Abdullah (43), warga Kaving Sambau, Nongsa, pada Sabtu (6/1) dini hari lalu sempat menghebohkan.

Pasalnya, Abdullah mengaku dianiaya oleh dua pria yang ia duga sebagai oknum aparat. Abdullah juga mengaku jika ia dianiaya karena berusaha mencegah aktifitas penyelundupan TKI ilegal di bilangan Kavling Sambau.

Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Sihite, saat dikonfirmasi mengenai penganiayaan yang dialami Abdullah menjelaskan, setelah melakukan pemeriksan, diketahui jika kejadian dipicu oleh masalah pembagian lahan antar keluarga dan bukan dianiaya oleh oknum aparat.

“Jadi tidak benar jika Abdullah dianiaya aparat seperti yang diberitakan beberapa media,” ungkap Albert pada BatamXinwen ditemui di Mapolsek Nongsa, Rabu (9/1).

Kata Albert, sesuai keterangan Daking, Ayah Abdullah, peristiwa sebenarnya berawal ketika Abdullah datang ke Sambau dengan mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, lalu menabrak bus yang ada di depannya. Tidak cuma menabrak bus yang ada di depannya, Abdullah juga memundurkan mobilnya dan menabrak mobil yang ada dibelakangnya.

“Setelah itu Abdullah turun dari mobil kemudian bapaknya langsung menampar Abdullah dan menyuruh pulang,” jelas Albert.

Lanjut Albert, setiba di rumahnya, Abdullah langsung marah dan berontak-berontak pada ayahnya. Akibatnya, Daking sampai terjatuh karena tidak kuat menahan berontakan anaknya itu.

Saat ribut-ribut antara Abdullah dengan bapaknya itu terjadi, seorang anggotanya dan seorang anggota Polda Kepri, yang kebetulan berada di lokasi karena dihubungi oleh seorang warga bernama Sugiono, untuk menindaklanjuti informasi akan adanya dugaan penyelundupan TKI ilegal, langsung membantu Daking dan berusaha menjauhkan Abdullah dari bapaknya.

Namun, karena kondisinya mabuk berat, Abdullah terjatuh dan mengakibatkan luka di kepalanya karena terbentur.

“Kalau kondisinya normal tidak akan terjadi seperti itu. Saat itu anggota tidak membawa senjata api. Dan, selama ini kami tetap monitor dan membasmi penyelundupan TKI ilegal. Sebagai penegak hukum tentunya kita akan Berantas penyelundupan TKI ilegal itu. Makanya anggota ada di sana,”ujar Albert. (rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here