Warga Sekupang Geger, Tangki SPBU Diduga Bocor dan Merembes ke Parit Warga

Untuk melakukan upaya pengendalian massa, di lokasi aparat kepolisian dari Polsek Sekupang yang dipimpin langsung Kapolsek Sekupang, Kompol ZAC Tamba bersama TNI dari Koramil Sekupang juga sudah turun  untuk menenangkan warga.

 

Batamxinwen, Batam –  Puluhan warga mendatangi SPBU  Tanjungriau Sekupang Kota Batam , Selasa ( 23/1/2023).  Warga di  perumahan yang berada di sekitar SPBU itu meminta pihak SPBU segera mengosongkan tangki nomor dua tersebut.

Warga menduga, tanki nomor dua di SPBU Tanjungriau Sekupang diduga bocor. Akibatnya minyak itu mengalir dan merembes masuk ke parit pemukiman warga.

Untuk melakukan upaya pengendalian massa, di lokasi aparat kepolisian dari Polsek Sekupang yang dipimpin langsung Kapolsek Sekupang, Kompol ZAC Tamba bersama TNI dari Koramil Sekupang juga sudah turun  untuk menenangkan warga.

Di lokasi nampak buih minyak yang diduga bocor dari tangki SPBU itu bercampur dengan aliran air parit. Bau menyengat minyak terasa dan bahkan dari dalam rumah warga.

“Kalau hanya meluber pas pengisian gak seperti ini pak. Ini sampai sekarang gak berhenti ngalir ke parit perumahan kami. Kami mau masak aja gak berani, bau minyak juga sudah masuk ke rumah kami, ” keluh warga ke pegawai SPBU.

Warga lainnya Anton berharap pihak SPBU segera bertindak. Ia menilai alasan meluapnya minyak pada saat pengisian oleh pihak SPBU tidak masuk akal sebab minyak tersebut masih mengalir sampai saat ini ke parit rumah warga.

“Kalau hanya meluber 20 meter  gak sampai ke rumah warga. Ini coba datang ke rumah kami bau minyak di mana-mana. Bahkan parit ujung laut pun masih tercium bau minyak ini. Kalau terjadi apa-apa siapa bertanggung jawab, ” sesalnya.

Protes lainnya juga disampaikan oleh warga di Taman Kartini Raya 1. “Iya pak, dari sore minyak bercampur air gak berhenti mengalir ke parit rumah kami, ” ujar Ani salah seorang warga Taman Kartini Raya 1.

Warga khawatir rembesan minyak bercampur air ini bisa membahayakan keselamatan warga sekitar. Bahkan banyak dari warga yang tidak berani memasak khawatir terjadi kebakaran.

“Sampai sekarang gak berani masak, karena dari dalam saluran pembuangan cuci piring juga tercium bau minyak ini, ” tambahnya. (red)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini