BatamXinwen, Batam – Warga Perum Central Park Residence, sering mendengar suara tangisan dari dalam rumah Suryanto dan Fatimah, yang diduga menelantarkan dua bocah AK (2) dan RH (3), yang merupakan keponakannya tersebut.

Hanya saja, warga tidak mengetahui secara pasti tangisan kedua bocah yang dievakuasi dengan kondisi sangat memprihatinkan itu akibat dipukul atau bukan.

“Sering kali kami dengar ada suara anak kecil nangis dari dalam rumah ibu itu,” ujar Rina, salah seorang warga yang sitemukan di perumahan tersebut.

Dikatakan Rina, ia dan sejumlah warga sekitar sudah pernah coba untuk melihat ke rumah pasangan suami istri yang menelantarkan dua bocah tersebut. Hanya saja, selalu di marah sama penghuni rumah tersebut.

“Kalau di sekap kami tidak tau, karena kami saja kalau mendekat kerumahnya selalu dimarahi,” kata Rina.

Warga, terang Rina, mengetahui di sekapnya dua bocah tersebut. Setelah salah seorang warga, Juli, berinisiatif untuk melihat rumah yang saat itu kosong.

“Ibu Fatimah itu masuk rumah sakit. Jadi Juli datang kerumah itu dan terkejut mengetahui ada dua anak itu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” terangnya.

Selanjutnya, jelas Rina, ibu Juli pun langsung memberitahukan warga sekitar dan melaporkan hal tersebut ke pihak Polsek Batu Aji.

“Bapak – bapak yang ada di Mushalla langsung mengevakuasi dua anak itu,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Dua Balita laki laki malang berinisial Ak (2) dan Rh (3) yang diduga diterlantarkan pamannya sendiri bernama Sry di perumahan Central Park, Batuaji, dievakuasi warga dengan kondisi memperihatinkan penuh kudis ke Polsek Batu aji, Kamis (23/8) malam.
Menurut yuli saksi mata yang mengetahui perilaku tidak wajar tersebut, saat dirinya melintas disamping rumah Sry yang kondisinya belum rampung dibangun dan tidak beratap, kemudian mendengar tangisan anak kecil.

Karena posisi rumah Sry diujung, membuat saksi dengan mudah melihat ke dalam. Sontak Ia melihat dua bocah didalam dengan kondisi menperihatinkan dengan minim penerangan, dirinya melapor perilaku tidak wajar kepada perangkat RT setempat.

Warga menduga Sry melakukan penelantaran dengan cara disekap kedua bocah itu, sebab orang tua korban yang merupakan adiknya sendiri, diketahui sedang bekerja di Luar Negri Sebagai TKI. (ias)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here