Sejumlah lori mengantre untuk mendpatkan BBM jenis solar di SPBU KM 16, foto : Brm/BX

BatamXinwen, Tanjungpinang – Warga Tanjungpinang dan Bintan mengeluhkan sulitnya mendapat bahan bakar minyak di sejumlah SPBU, khususnya BBM jenis solar subsidi.

Warga harus antri berjam-jam untuk mendapatkan BBM dan jumlah pembeliannya pun dibatasi oleh pengelola SPBU. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM sejak satu bulan terakhir. Mereka harus mengantri berjam-jam dilokasi pengisian bahan bakar.

Suyanto, salah seorang warga mengatakan, sudah mengantri selama hampir satu jam, ia pun mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar.

“Susah la kayak gini, tidak kayak dulu kapan kita mau isi ya tinggal isi dan tidak harus mengantri seperti ini. Kalau begini kerjaan kita kan jadi terganggu”, keluh Suyanto.

Senada dengan itu, pengemudi truk bernama Muhammad, juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM khususnya jenis solar subsidi.

“Sudah tiap hari begini, kita kan kerja cari trip, kalau begini kan trip jadi hilang karena waktu terbuang untuk antri disini aja”, ungkap Muhammad.

Sementara itu, Deni, pengelola SPBU di Jalan Raya Tanjungpinang-Uban Km 16 mengatakan, penyebab antrian panjang di SPBU lantaran terjadi keterlambatan pengiriman dari PT. Pertamina ke Sejumlah SPBU, selain itu pasokan BBM yang diberikan oleh PT. Pertamina juga dikurangi.

“kalau dulu kita biasa diberikan pasokan 10 hingga 20 kilo liter per hari, nah kalau sekarang cuman 8 kilo liter per hari, bagaimana warga gak antri jadinya. Kondisi ini sudah terjadi sejak satu bulan belakangan ini la”, ungkap Deni.

Sementara itu, untuk mengantisipasi agar pasokan solar merata distribusinya, pengelola SPBU membatasi pembelian.

“Penjualan memang kita batasi, untuk kendaraan roda 4 kita kasih 50 liter, sedangkan kendaraan roda 6 atau lebih dibatasi 60 liter saja”, kata Deni.

Warga berharap PT. Pertamina segera menambah pasokan BBM ini agar tidak terjadi kelangkaan.(Brm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here