Wartawan Dicekik, Ini Komentar Pemerhati Jurnalis dan Praktisi Hukum

Pemerhati Jurnalis dan Praktisi Hukum, Leo Halawa, SH

Batamxinwen, Batam – Wartawan dicekik yang dialami  jurnalis di Batam mendapat sorotan dari Pemerhati Jurnalis dan Praktisi Hukum di Batam, Filemon Halawa, SH. Dia mengecam aksi kekerasan terhadap Jurnalis Liputan6.com pria yang akrab disapa Leo Halawa ini mengatakan, profesi jurnalis adalah profesi yang dilindungi undang-undang.

BACA JUGA : AJI Batam Kecam Intimidasi Terhadap Ajang Nurdin Kontributor Liputan6.Com saat Meliput Kunjungan Menhub

“Melihat miris masih ada tindakan kekerasan terhadap rekan-rekan jurnalis. Bahwa Pasal 4
(1) UU Pers Nomor 40 tentang Pers, Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Jika benar yang dialami rekan dari jurnalis Liputan6.com adalah tindakan tidak terpuji,” kata Leo Halawa saat dimintai tanggapan Jumat (17/9/2021).

Menurut Leo Halawa, tindakan yang dialami jurnalis tersebut saat menjalankan kegiatan jurnalistik, pelakunya jelas diduga melanggar ketentuan pidana dalam UU Pers.

Pasal Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) (2) Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2), serta Pasal 13 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

“Jadi atas apa yang dialami rekan Ajang Nurdin, jangan dijadikan sebagai kejadian biasa atau hanya miskomunikasi. Kami minta pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku,” kecam Leo Halawa.

Masih dengan Leo, kata dia, semestinya kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya ke Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/9/2021), adalah kegiatan kenegaraan yang harus diketahui masyarakat luas.

“Sehingga, sangat penting bagi masyarakat luas informasi kedatangannya. Ada nilai Informasi yang semestinya diketahui publik saat itu. Ini kok malah wartawan dipiting. Ini bentuk kekerasan verbal kepada wartawan,” tegas Leo mantan jurnalis yang kini jadi Advokat tersebut.

Sebelumnya, kejadian wartawan dicekik dialami Kontributor Liputan6.com, Ajang Nurdin saat melaksanakan tugas peliputan Kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya ke Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/9/2021)

Peristiwa pencekikan hingga dipiting itu dilakukan oleh salah satu oknum pengamanan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya saat mengunjungi Rumah Susun (Rusun) Tanjunguncang yang diperuntukan bagi kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Batam.

Kontributor Liputan6.com, Ajang Nurdin mengaku awalnya ia terkejut dengan aksi yang dilakukan oknum pengamanan Menhub Budi Karya tersebut.

“Awalnya, salah satu unsur pengamanan mencekik saya sembari mendorong, saat saya berada di sekitar Menhub. Kemudian ada unsur pengamanan lain yang memegang saya dari belakang dan memiting saya,” ungkap Ajang, Kamis (16/9/2021) sore. (Shafix)

x

x

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here