WHO Rilis Kronologi Virus Corona Covid-19, Ternyata Bukan dari Wuhan

corona di Batam
Perkembangan terbaru Corona di Batam, Sabtu (11/7/2020)

Batamxinwen – Virus Corona atau kini yang populer dengan nama Covid-19 telah menjadi pandemi dunia. Selama ini, virus ini ditengarai berasal dari Wuhan, Tiongkok. Pada hari ini, Sabtu (4/6/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperbarui laporan soal tahap-tahap awal krisis virus Corona (COVID-19).

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menuturkan dalam konferensi pers pada 20 April, bahwa laporan pertama datang dari China. Namun saat itu Tedros tidak menyebut secara spesifik apakah laporan dikirimkan oleh pemerintah China atau sumber lain.

Tong Ying-kit Jadi Orang Pertama yang Didakwa di Bawah UU Keamanan China di Hong…

Kronologi terbaru yang dirilis WHO pada pekan ini memberikan versi lebih detail. Menurut kronologi terbaru itu, kantor cabang WHO di China, pada 31 Desember 2019, memberitahu kontak regionalnya soal keberadaan kasus ‘pneumonia virus’ setelah menemukan pernyataan media pada situs Komisi Kesehatan Wuhan.

Pada hari yang sama, Divisi Informasi Epidemi WHO mendapatkan laporan berita lainnya yang dikirim oleh jaringan pengawasan epidemiologi international bernama ProMed — yang berbasis di Amerika Serikat — soal sejumlah kasus pneumonia yang sama dari penyebab yang belum diketahui di Wuhan.

Setelah itu, barulah WHO meminta pemerintah China untuk memberikan informasi soal kasus-kasus ini. Permintaan informasi diajukan WHO pada dua kesempatan, yakni pada 1 Januari dan 2 Januari. Pemerintah China baru memberikan informasi yang diminta pada 3 Januari.

Direktur Urusan Darurat WHO, Michael Ryan, menuturkan dalam konferensi pers pada Jumat (3/7) waktu setempat bahwa negara-negara memiliki waktu 24-48 jam untuk memverifikasi secara resmi atas sebuah peristiwa yang terjadi dan memberikan informasi tambahan soal asal atau penyebab peristiwa itu.

Ryan menambahkan bahwa pemerintah China dengan segera menghubungi WHO setelah badan kesehatan PBB itu meminta negara tersebut memverifikasi laporannya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa negaranya sebagai kontributor finansial terbesar WHO memotong pendanaan terhadap badan kesehatan tersebut. Hal itu dilakukan setelah Trump menuduh WHO terlalu “dekat” dengan China dan gagal dalam menangani wabah virus corona.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here