Wisata Mangrove Kampung Tanjung Batu, Kalimantan Timur

BatamXinwen, Derawan – Menikmati keindahan alam Indonesia, tidak hanya bisa dinikmati di pulau, pantai maupun pegunungan saja. Tapi ada wisata lain yang tidak kalah menariknya. Yakni Wisata Hutan Mangrove.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia dikenal dengan kekayaan baharinya. Pemandangan hutan mangrove pun tak kalah memukau dengan pilihan wisata alam lainnya.


BX/Iman Suryanto

Mungkin, belum yang mengetahui bahwa di Kampung Tanjung Batu, Ibu Kota Kecamatan Pulau Derawan terdapat kawasan mangrove yang berfungsi untuk melindungi dari abrasi dan dampak lingkungan, sekaligus menjadi tujuan wisata baru, yang dikemas sebagai kawasan konservasi sekaligus lokasi wisata lingkungan (ecotourism).

Perkampungan yang memiliki luas 2.982,59 km2 ini, terdiri dari ekosistem darat dan perairan. Dimana 80,66 persen merupakan kawasan perairan, berekosistim pesisir.

Dari area tersebut, kawasan Mangrove Kampung Tanjung Batu memiliki luas 3,69 hektar (ha), dan berisi ribuan pohon Mengrove dari 44 jenis dengan usia rata-rata pohon mencapai puluhan tahun.


BX/Iman Suryanto

Di antaranya Mangrove bernama Telantang, Api-api Putih, Bakau Merah, Tengar, Bakau Putih, Banang-banang hingga Prapat.

Maka tak heran, kawasan ini dijadikan sebagai pusat informasi mangrove di Kalimantan Timur.

Mada kesempatan tersebut, Majalah Air Minum mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi Mangrove Kampung Tanjung Batu bersama warga setempat yang diketahui bernama Padlam, Rohim dan Umar yang akrab dipanggil ‘Pak Rambut Putih’.

Menyusuri jembatan kayu yang dibuat pada bulan November 2017 dan diresmikan pada Maret 2018 lalu ini, kami melihat kondisi alam yagn sangat asri dan nyaman untuk dilalui pengunjung.

Di bibir pantai, pengunjung juga bisa melihat dari atas kawasan mangrove melalui sebuah bangunan berlantai 3 yang ada di tengah aliran sungai.

“Pengembangan destinasi mangrove Tanjung Batu merupakan dukungan Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) yang bekerjasama dengan konsorsium Javlec Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten melalui Kecamatan Pulau Derawan dan Kampung Tanjung Batu,” kata Padlam.

Tujuan awal dibuatnya kawasan ini adalah, sebagai sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan (nursery ground) berbagai macam biota.

Serta penahan dari abrasi pantai, penyerap limbah hingga pencegah interusi air laut. Oleh karena itu, terdapat ribuan pohon mangrove dari 44 jenis.

“Hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi, seperti penyedia kayu, obat-obatan, bahan makanan serta salah satu tujuan wisata,” jelasnya.


BX/Iman Suryanto

Selain itu, tambah Rohim, kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa. Seperti Kera Ekor panjang, puluhan jenis burung, Bekantan serta ikan.

“Terkadang, setiap sore atau pagi selalu banyak gerombolan Kera ekor panjang yang bergelayutan di sekitar wisata Mangrove ini. Begitu juga dengan Bekantan. Tapi hewan ini sepertinya takut sama kera, jadi terkadang muncul kadang tidak,” jelasnya.

Untuk menjaga lingkungan wisata Mangrove ini, warga secara bahu-membahu menerapkan sistem ‘jaga’ dan patroli di sekitar wisata guna menghindari hal yang tidak diinginkan dan selalu dilakukan oleh pengunjung.

BX/Iman Suryanto

Di antaranya membuang sampah sembarang, merusak pohon, membuat grafiti di pohon hingga melakukan perburuan di dalam kawasan wisata mangrove.

“Kita jaga betul itu, kalau bukan warga sini sipa lagi yang menjaganya. Kami juga terbantu dengan adanya wisata mangrove ini. Kampung kami jadi terkenal dan para Ibu-ibu bisa berjualan di pintu masuk. Jadi ada hubungannya, dengan menjaga lingkungan sini, maka ada pemasukan juga bagi warga sini melalui biaya masuk wisata yang jumlahnya seikhlasnya,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Ridwan, salah satu pengunjung Wisata Mangrove menuturkan meski terbilang masih snagat baru kawasaan wisata ini sangat bagus dan bisa menjadi pilihan liburan akhir pekan yang mendidik. Khususnya untuk anak-anak mereka.

“Ini bagus sekali, bisa jadi hiburan keluarga di akhir pekan. Khususnya menambah pengetahuan anak-anak terkait lingkungan,” terangnya.

Penasaran mau ke sini? Hayo ditunggu ya. Tapi ingat, jangan membuang sampah sembarangan di lokasi wisata ini. (Iman Suryanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here