Siti Aisyah dan Doan Thi Huong reka ulang. ©Skynews

Batamxinwen, Jakarta – Warga Negara (WN) Vietnam, Doan Thi Huong, yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam akan dibebaskan pada 3 Mei 2019. Thi Huong didakwa melakukan pembunuhan dan telah menjalani proses hukum sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, Siti Aisyah yang merupakan WNI sempat berstatus terdakwa telah dibebaskan terlebih dahulu.

Pengacara terdakwa, Naran Singh menyampaikan, departemen penjara Malaysia telah mengkonfirmasi Doan Thi Huong akan dibebaskan dari penjara perempuan di Negeri Jiran. Demikian dikutip dari laman South China Morning Post, Sabtu (13/4).

Sebelumnya, Jaksa Agung Malaysia menarik dakwaan pembunuhan terhadap Aisyah tetapi tidak pada Huong, yang memicu kritik terhadap ketidakadilan dan diskriminasi. Putusan itu diberikan setelah jaksa menuntut dakwaan baru yang lebih ringan (lesser charge) menggunakan Pasal 324 KUHP Malaysia, yakni menyebabkan luka dengan senjata atau cara-cara berbahaya. Thi Huong mengaku bersalah.

Saat membacakan putusannya, Hakim Azmi Ariffin mengatakan Doan Thi Huong ‘beruntung’.

“Saya telah mengatakan ada ‘prima facie’ pada kasus ini dan saya telah meminta Anda untuk berdiri di sidang pembelaan. Jika persidangan berjalan, Anda masih dapat diberhentikan (discharge) dan dibebaskan (acquitted) setelah sidang pembelaan, jika Anda mengajukan keraguan. Saya jujur berpikir Anda harus berterima kasih kepada Jaksa Agung dan Jaksa Penuntut Umum karena menawarkan Anda dakwaan alternatif,” jelasnya, dilansir dari The Sun Daily Malaysia.

Hakim Azmi kemudian menjatuhkan vonis 3 tahun 4 bulan penjara terhitung tanggal penangkapan Doan Thi Huong, yaitu 15 Februari 2017.

“Saya percaya panjang hukuman akan melayani kepentingan keadilan,” katanya.

Doan Thi Huong, melalui penerjemahnya, berterima kasih kepada pengadilan, Jaksa Agung, jaksa penuntut, tim pembelaannya, dan pemerintah Vietnam.

Terhadap hal ini, hakim menjawab: “Anda akan segera kembali ke negara Anda dan kembali ke keluarga Anda.”

Sebelumnya, Siti Aisyah dinyatakan bebas oleh pengadilan Malaysia. Atas permintaan jaksa, tuntutan terhadap perempuan berusia 27 tahun itu resmi dihentikan oleh pengadilan Negeri Jiran.

Perempuan kelahiran Serang, Banten itu kemudian kembali ke Indonesia dengan pendampingan dari Menteri Kementerian Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, dan sejumlah perwakilan dari Kuala Lumpur.

Dia mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Senin (11/3) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Aisyah lalu dibawa ke Kementerian Luar Negeri RI untuk diserahkan langsung ke keluarga. Acara serah terima ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi.

“Menkumham, beberapa perwakilan dari KL (Kuala Lumpur) dan juga saya sendiri, telah menyerahkan secara resmi saudara Siti Aisyah kepada keluarga,” kata Retno dalam prosesi pemulangan dan serah terima Siti Aisyah kepada keluarga di Kemlu RI.

Mantan Dubes Indonesia untuk Belanda itu menegaskan, keputusan yang diberikan Malaysia kepada Siti Aisyah merupakan hasil dari sebuah proses yang cukup panjang. Pendampingan hukum yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk terus mengawal jalannya proses hukum terhadap Siti Aisyah dilakukan lebih dari 2 tahun 23 hari. Selain itu juga agar hak-hak hukum Siti Aisyah dapat dipenuhi.

Retno menambahkan, konsultasi antara pihak pengacara Siti Aisyah dengan pemerintah Indonesia, dilaksanakan secara rutin.

“Pada saat, misalnya, saya terbang ke Kuala Lumpur atau transit di Kuala Lumpur, biasanya kita melakukan pertemuan dengan pihak pengacara untuk saling meng-update sampai di mana proses hukum yang sedang dijalani oleh Siti Aisyah,” jelasnya.

Demikian pula ketika kedua pengacara yang ditunjuk pemerintah Indonesia untuk menangani kasus Aisyah, Gooi Soon Seng dan Azzura, diundang datang ke Indonesia guna berdiskusi dengan pemangku kepentingan lain.

“Sekali lagi, di dalam konteks pemberian briefing, sampai di mana bantuan hukum atau kasus ini sudah ditangani. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih kepada pengacara Gooi dan Azzura yang selama ini sudah mendampingi Siti Aisyah selama berada di Malaysia,” imbuh Menlu.

Di lain pihak, kedua orangtua Aisyah, Asria dan Benah, turut datang ke Kemlu untuk menjemput putri mereka. Sang ayah meluapkan rasa kegembiraannya bisa bertatap muka kembali dengan anaknya.

“Saya beribu-ribu terimakasih atas bantuan semua pemerintah kita. Atas bantuan apa pun. Terimakasih dengan bantuan pemerintah kita semua sudah membantu bebasin anak saya, baik dari Ibu Menteri, semuanya, terimakasih atas bantuannya,” ujar Asria.

“Mudah-mudahan, pemerintah kita jaya terus. Mudah-mudahan Allah melindungi terus. Sekaligus sama pemerintah kita. Bapak Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, mudah-mudahan jaya terus, selamat di dalam perjalanan. Insya Allah. Amin yaa Rabbal Alamin,” lanjutnya.

Sumber: Mdk/Liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here